DetikNewsNusantara.com — PENAJAM – Direktur Utama (Dirut) Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Abdul Rasyid, mengungkapkan bahwa masih terdapat kendala – kendala yang dihadapi oleh PDAM.
Ia juga mengatakan saat ini jaringan perpipaan baru menjangkau 23 dari total 54 kelurahan dan desa di wilayah PPU, salah satu penyebabnya adalah biaya pembangunan jaringan perpipaan yang sangat mahal.
“Yang pertama adalah jaringan perpipaan kita baru menjangkau 23 kelurahan dan desa dari 54 kelurahan dan desa, biaya pembangunan jaringan perpipaan ini memang sangat mahal,” ujarnya saat ditemui di kantor PDAM, Selasa (23/09/2025).
Ia juga menjelaskan bahwa kapasitas instalasi pengolahan air yang dimiliki PDAM juga masih terbatas, dari total wilayah yang ada.
“Kemudian yang kedua, instalasi pengolahan air kami juga terbatas. Dari 54 kelurahan dan desa, kami baru memiliki enam unit, artinya pr kami masih cukup besar,” jelasnya.
Kendala yang ketiga adalah ketersediaan air baku yang terbatas, hal ini menjadi kendala – kendala dalam upaya kebutuhan air bersih di berbagai wilayah.
“Air baku di wilayah kita memang sangat terbatas, dan ini menjadi salah satu kendala utama PDAM,” tambahnya.
ia berharap masyarakat dapat berperan aktif dengan menghemat penggunaan air, agar distribusi air dapat menjangkau daerah – daerah yang belum terlayani. (*jdl)
