Pengembangan potensi SDM dalam meningkatkan kenerja dipengaruhi pengembangan fisik tetap bugar, sosial, psikologi dan sikap positif. Terwujudnya kualitas SDM yang tinggi juga dipengaruhi oleh faktor-faktor lain secara sinergi dan komprehensif seperti keterampilan atau kompetensi, motivasi dan kepuasan. Kebugaran di tempat kerja mengacu pada aktivitas atau kebijakan promosi kesehatan yang mendukung kebugaran dan perilaku pekerja yang positif. Mulai dari skrining dan edukasi kesehatan hingga program kebugaran dan keanggotaan layanan kesehatan, ada banyak cara yang dapat dilakukan tempat kerja untuk menumbuhkan budaya kesehatan yang baik.
Kondisi dan Tantangan Pembinaan dan Pengukuran Kebugaran Jasmani Pada Pekerja di Kabupaten Penajam Paser Utara

(Gambar : Pengukuran Kebugaran BPBD, DAMKAR dan SATPOL PP)

(Gambar : Pengukuran Kebugaran UPT Puskesmas Sebakung Jaya dan UPT Puskesmas Maridan)
Berdasarkan hasil observasi di lapangan pada tahun 2025 terdapat 41 tempat kerja dengan jumlah 5.968 pekerja yang dilakukan pembinaan dan pengukuran kebugaran jasmani. Kegiatan kebugaran jasmani pada pekerja belum merata dilaksanakan terutama pada pekerja sektor informal. Pembinaan dan pengukuran kebugaran jasmani yang dilakukan belum secara mandiri oleh masing-masing instansi tempat kerja, sehingga kegiatan tersebut belum rutin dilaksanakan.
Tantangan lain yang dihadapi adalah hasil pengukuran kebugaran yang sudah dilaksanakan masih tergolong rendah. Hal ini dipengaruhi dari perilaku sedenter (kurang gerak), kurangnya waktu dan motivasi, gangguan kesehatan mental dan tidur, lingkungan kerja yang tidak medukung serta tekanan pekerjaan yang tinggi.
Peran Penata Kelola Layanan Kesehatan
Dalam hal ini penata kelola layanan kesehatan memiliki peran strategis dalam perencanaan dan pembinaan program kebugaran jasmani agar dapat diterapkan secara rutin dan efektif pada setiap instansi tempat kerja. Peran tersebut mencakup menyusun program terstruktur, koordinasi dengan lintas sector, serta pembinaan pada pekerja sector formal dan sector informal.
Selain itu, penata kelola juga berperan dalam melakukan edukasi, monitoring dan evaluasi terhadap pelaksanaan pembinaan dan pengukuran kebugaran jasmani yang dilaksanakan oleh petugas puskesmas dan instansi tempat kerja.
Strategi Penguatan Pembinaan dan Pengukuran Kebugaran Jasmani Pada Pekerja di Kabupaten Penajam Paser Utara
Strategi penguatan pembinaan dan pengukuran kebugaran jasmani pada pekerja di Kabupaten Penajam Paser Utara perlu dilakukan melalui beberapa langkah strategis hal ini merupakan bagian dari upaya kesehatan dan keselamatan kerja (K3) untuk meningkatkan produktivitas, mengurangi absensi, dan menciptakan budaya kerja yang sehat. Pembinaan ini bertujuan meningkatkan komponen kebugaran seperti daya tahan jantung-paru, kekuatan otot dan kelenturan.
Pertama penguatan pembinaan kebugaran jasmani berupa integrasi latihan dalam jam kerja seperti peregangan ditempat kerja dan senam bugar pekerja. Program berbasis pekerja seperti fasilitas olahraga dan walking meetings. Meningkatkan pola hidup sehat dan edukasi gaya hidup. Kedua penguatan pengukuran kebugaran jasmani dengan metode pengukuran yang disarankan seperti tes rockport (jalan/lari 1600 meter), beep test, tes naik turun bangku (step test), tes kekuatan dan kelenturan serta antropometri. Prosedur pemeriksaan kebugaran (K3) dimulai dari persiapan, keamanan area, sarana dan prasarana. Terakhir melaksanakan evaluasi berkala seperti pengukuran rutin 6 bulan sekali untuk melihat peningkatakn kebugaran pekerja.
Penutup
Pembinaan dan pengukuran kebugaran jasmani pada pekerja yang berkelanjutan di Kabupaten Penajam Paser Utara menjadi sangat penting karena akan membawa kepada work-life balance, keadaan dimana seseorang dapat mengatur dan membagi waktu dan energy untuk kehidupan pekerja dan pribadi yang baik. Meningkatkan capaian kesehatan kerja dan olahraga di Kabupaten Penajam Paser Utara. Instansi tempat kerja memiliki andil untuk mendorong pekerja untuk meningkatkan kebugaran jasmani dengan baik tanpa mengalami kelelahan yang berarti.(Oleh : Dyah Anindya Alhamdini, SKM)
